Mencatat fixed asset atau aset tetap adalah proses pencatatan dan pelaporan aset tetap yang dimiliki oleh suatu entitas. Aset tetap umumnya mencakup properti, peralatan, kendaraan, mesin, dan aset lainnya yang dimiliki untuk digunakan dalam operasi jangka panjang dan sangat disarankan menggunakan aplikasi untuk mencatat tersebut.
Berikut adalah langkah-langkah umum dalam mencatat fixed asset:
- Identifikasi aset: Tentukan aset-aset tetap yang dimiliki oleh entitas. Lakukan inventarisasi dan identifikasi setiap aset tetap secara individu.
- Penilaian: Tentukan nilai atau harga yang wajar dari setiap aset tetap. Ini melibatkan menentukan nilai perolehan atau biaya perolehan aset saat diperoleh.
- Pencatatan awal: Catat aset tetap dalam buku besar atau sistem akuntansi dengan mencatatnya sebagai pos akun yang sesuai. Biasanya, aset tetap dicatat di akun yang disebut “Aset Tetap” atau “Aset Tetap Bersih” dalam neraca.
- Depresiasi: Hitung dan catat depresiasi aset tetap. Depresiasi adalah proses mengalokasikan biaya aset tetap selama masa manfaat ekonomisnya. Ada berbagai metode yang dapat digunakan untuk menghitung depresiasi, seperti metode garis lurus atau metode saldo menurun.
- Perubahan nilai: Jika ada perubahan nilai aset tetap karena depresiasi, peningkatan nilai, atau penurunan nilai, catat perubahan tersebut sesuai dengan kebijakan akuntansi yang berlaku.
- Pemeliharaan dan perbaikan: Jika ada pemeliharaan rutin atau perbaikan yang dilakukan pada aset tetap, catat biaya-biaya terkait sebagai pengeluaran perbaikan dan pemeliharaan.
- Pencatatan penjualan atau penghapusan: Jika aset tetap dijual atau dihapuskan, catat penjualan atau penghapusan tersebut dan hitung laba atau rugi dari transaksi tersebut.
- Penyusutan akumulasi: Catat penyusutan akumulasi untuk setiap aset tetap. Penyusutan akumulasi mencerminkan jumlah total depresiasi yang telah diakumulasikan sejak aset tersebut diakuisisi.
- Penyajian laporan keuangan: Gunakan data yang telah dicatat untuk menyusun laporan keuangan yang mencakup neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Pastikan untuk menyajikan informasi tentang aset tetap secara terpisah dan dengan jelas dalam laporan keuangan.
Penting untuk mengacu pada standar akuntansi yang berlaku di negara Anda dan mendapatkan bantuan dari profesional akuntansi atau konsultan pajak untuk memastikan bahwa proses pencatatan aset tetap dilakukan dengan benar dan sesuai dengan persyaratan hukum dan akuntansi yang berlaku.
