Bagaimana Cara Membuat Sistem Pembukuan?
Berikut beberapa cara membuat sistem pembukuan bagi UKM yang baru memulai usahanya:
1. Catat sistem pembukuan pengeluaran

Saat memulai bisnis, seorang pengusaha harus melacak pengeluaran. Entri biaya harus terpisah dari pembelian bahan baku, gaji karyawan dan biaya operasional. Dengan begitu pemilik usaha akan mengetahui berapa modal yang telah dikeluarkan.
2. Catat sistem pembukuan pemasukan

Selain memperhitungkan pengeluaran, tentunya pendapatan juga harus diperhitungkan. Entri ini digunakan untuk menghitung pendapatan yang diterima baik dari penjualan atau dari piutang yang berhasil dibayar. Disarankan agar entri ini dibuat secara teratur sehingga pemilik bisnis dapat mengetahui berapa banyak keuntungan yang mereka hasilkan.
3. Buat buku besar / kas utama

Buku besar umum menggabungkan transaksi antara buku besar pendapatan dan pengeluaran. Dengan menggabungkannya, para pemilih bisnis dapat mempelajari secara detail tentang kelebihan atau kekurangan suatu perusahaan. Sedangkan di UMKM buku ini berperan dalam membuat perencanaan seperti cadangan kas darurat.
4. Menyusun buku stok barang

Buku besar digunakan pada saat terjadi penjualan barang, pemilik usaha dapat menjamin ketersediaan produk dan pada akhir periode tidak boleh terlalu banyak persediaan yang menumpuk agar tidak menimbulkan kerugian.
Penghitungan persediaan dilakukan secara berkala jika barang datang dan pergi setiap hari. Tujuannya untuk menghindari penipuan yang dilakukan oleh karyawan dan pemasok.
5. Daftarkan inventaris barang

Catatan inventaris berisi catatan aset yang dimiliki oleh pemilik bisnis untuk mendukung bisnis. Loyal terhadap barang inventaris yang diperoleh harus dicatat dalam buku pengeluaran kas. Manfaat lain dari inventaris adalah memudahkan dalam memantau aset dan mencegahnya agar tidak mudah hilang.
6. Buku laba rugi

Akuntansi laporan laba rugi digunakan untuk mencatat pendapatan dan beban perusahaan selama suatu periode. Entri ini dibuat agar pemilik perusahaan mengetahui apakah dia mengalami kerugian atau keuntungan.
Selain itu, buku laba rugi juga dapat memuat informasi tentang jumlah pajak yang terutang, jumlah modal yang digunakan, sisa modal, dan jumlah utang.
Cara membuat sistem pembukuan yang lengkap dan terperinci dapat menjadi alat analisis untuk efisiensi usaha yang dijalankan. Hasil analisis ini nantinya dapat digunakan untuk mengambil keputusan dan mengembangkan bisnis lebih lanjut.
